Perayaan Hari Raya Nyepi, tergolong hari istimewa bagi masyarakat
Bali, karena pada hari itu di dalam kalender Indonesia termasuk hari
libur nasional. Hal ini membuktikan kebhinekaan untukmenyelenggarakan
ritual keagamaan di Indonesia telah disamakan haknya disesuaikan dengan
kepercayaan masing-masing. Perayaan ini mempunyai keunikan tersendiri
bagi masyarakat Bali dan keunikannya itu ditampilkan dengan pelaksanaan
Catur Bratha penyepian dan perayaan pengerupukan sehari sebelum hari
Nyepi itu diadakan. Biasanya, di hari pengerupukan, masyarakat Bali
sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk merayakannya, yang menjadi
topik utama tentang keunikan itu sendiri adalah pembuatan Ogoh-ogoh yang
bentuknya luar biasa besarnya dan bentuknya bermacam-macam menyerupai
Bhuta atau raksasa yang melambangkan kejahatan, dan (dalam pewayangan
jawa disamakan dengan golongan kurawa termasuk Rahwana). tradisi ini
sudah ada sejak jaman dahulu yang diwariskan dari generasi ke generasi
hingga sampai ke generasi zaman sekarang ini. Pelaksanaan ogoh-ogoh
biasanya di arak keliling desa atau kota dan ketika perayaan pengrupukan
yang penggambarannya berupa simbol dari bhuta kala yaitu (pengaruh
jahat), akan di bakar setelah selesai di arak. inilah yang biasanya
menjadi ciri khas sekaligus tontonan menarik penuh makna bagi masyarakat
sekitar Bali, dan umat Hindu di Bali pada khususnya. Bagi wisatawan
asing hal ini merupakan moment yang menarik untuk diabadikan, makanya
ketika Ogoh-ogoh diarak dan dimainkan secara atraktif, maka ribuan
bahkan jutaan orang meliha, memandang, memperhatikan dan mengabadikan
peristiwa tersebut baik dengan kamera poket maupun dengan kamea video.

* Perayaan Hari Raya Nyapi merupakan kegiatan ritual umat hindu Bali
dengan ciri kekhasannya tersendiri yaitu pembuatan ogoh-ogoh dengan
bentuk bermacam-macam Butha berukuran sangat besar. Ritual ini sangat
ramai dikunjungi atau disaksikan turis-turis lokal Indonesia sendiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar