Jumat, 21 Juni 2013

Upacara Pembakaran Mayat/ Ngaben

Satu lagi ritual yang spektakuler dari masyarakat Bali adalah penyelenggaraan upacara Ngaben. Penyelenggaraan upacara Ngaben merupakan ritual pembakaran mayat atau kremasi umat Hindu yang diadakan dan diritualkan secara adat oleh masyarakat di pulau yang terkenal dengan pulau dewata itu.  Di dalam Panca Yadnya,yang dipercaya oleh masyarakat Bali,  upacara ini termasuk dalam Pitra Yadnya, yaitu upacara yang ditujukan untuk roh lelulur mereka. Makna upacara Ngaben pada intinya adalah untuk mengembalikan roh leluhur (orang yang sudah meninggal) ke tempat asalnya. Seorang Pedanda mengatakan manusia memiliki Bayu, Sabda, Idep, dan setelah meninggal Bayu, Sabda, Idep itu dikembalikan ke Brahma, Wisnu, Siwa selaku Dewa yang dipercaya oleh masyarakat atau umat hindu khususnya masyarakat hindu Bali. Upacara Ngaben biasanya dilaksanakan oleh keluarga serta sanak saudara dari orang yang telah meninggal, sebagai perwujudan rasa hormat seorang anak terhadap orang tuanya. Dalam sekali penyelenggaraan upacara ini biasanya menghabiskan dana besar sekali,  sekitar  15 juta s/d 20 juta rupiah. Upacara ini biasanya dilakukan dengan semarak, melibatkan banyak orang, bahkab kegiatan ini termasuk ritual kolosal. Biasanya upacara selalu diselingi dengan arak-arakan yang membawa atribut-atribut berukuran rakssa panjangnya dan dipikul oleh puluhan orang. Dalam pelaksanaannya upacara ini tidak ada isak tangis, namun dengan keceriahan dan semangat yang luar biasa, karena di Bali ada suatu keyakinan bahwa kita tidak boleh menangisi orang yang telah meninggal karena itu dapat menghambat perjalanan sang arwah menuju tempatnya.










* Penyelenggaraan Upacara Ngaben termasuk besar sekali dan tergolong kegiatan ritual kolosal yang dilakukan oleh masyarakat Bali, karena melibatkan ratusan orang jumlahnya. Penyelenggaraan upacara ini merupakan bentuk terima kasih seorang anaknya kepada orang tuanya yang telah meninggal *

Tidak ada komentar:

Posting Komentar